JAPBLOG

Selamat Datang

Nurdin… Main Bola Lagi Yuk…

nurdin.jpgApa yang tengah terjadi di dunia sepakbola Indonesia saat ini sungguh mengejutkan saya. Saya pribadi sebenarnya tidak tertarik dengan sepakbola dalam negeri karena: Pertama, asosiasi tidak pernah dikelola dengan benar sehingga prestasi tim nasional sepak bola tidak pernah lebih tinggi dari tingkat Asia Tenggara. Para pengurusnya adalah orang-orang keras kepala yang tidak pernah belajar dari kesalahan mereka sendiri. Kedua, klub-klub yang bertarung di Liga Indonesia adalah para penghisap darah rakyat, karena gaji pemain, pelatih, official, dan fasilitas klub dibiayai oleh APBD yang seharusnya diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat.


Sekarang ketua PSSI dipenjara akibat korupsi dan asosiasi ini terancam sanksi FIFA karena melanggar peraturan yang dibuat oleh PSSI sendiri dengan menyelenggarakan Munas PSSI di Makasar beberapa bulan lalu. Terpilihnya Nurdin Halid mungkin tidak akan menjadi isu utama FIFA jika ia tidak dipenjara. Sayangnya, Mahkamah Agung memutuskan bahwa ia bersalah dalam kasus korupsi dan harus masuk penjara.

Lord Acton pernah berkata, power tends to corrupt, absolute power corrupt absolutely.

Saya jadi bertanya-tanya. Apakah sudah sedemikian rusaknya mental para pengurus di PSSI sehingga mau memilih kembali dan berjuang membela Nurdin Halid sebagai ketua umum? Apakah hanya karena kekuatan uang, para pengurus di daerah menjadi lupa diri akan pembinaan sepak bola?

Terakhir kali Indonesia memenangkan prestasi kejuaraan adalah medali emas SEA Games Manila 1991. Lima belas tahun lebih sudah berlalu dan kini PSSI menjadi asosiasi paceklik prestasi. Pada tingkat Asia Tenggara, Singapura, Vietnam, dan Thailand sudah tumbuh menjadi raja sepak bola di kawasan ASEAN. Belum lagi dengan masuknya Australia di konfederasi Asia yang akan menimbulkan persaingan baru di Asia Tenggara. Secara otomatis negeri tersebut akan mengikuti turnamen AFF (Piala Tiger) di tingkat regional karena Australia terletak di tenggara Asia. Indonesia mau apa lagi?

Sekarang terserah Nurdin. Apakah ia mau terus bertahan dengan risiko menjadi pesakitan di dunia sepakbola Indonesia atau mundur secara sukarela dan berjuang kembali dari bawah sebagai seorang manajer tangguh yang mencintai sepakbola Indonesia…

Dengan kemampuan strategi, lobby, dan keuangan yang dimilikinya, saya yakin klub-klub papan atas Liga Indonesia akan melamarnya untuk menjadi manajer tim sebagaimana yang pernah ia lakukan terhadap Pelita Jaya dan PSM Makasar. Tangan dinginnya berhasil membawa PSM Makasar ke final Liga Indonesia. Terutama sekali PSM saat itu ditunjang oleh pemain bintang asal Brasil yang akan terus dikenang oleh pecinta sepakbola Indonesia, Luciano Gomes Leandro.

Sekarang kita hanya bisa berharap yang terbaik bagi sepak bola Indonesia. Semoga Nurdin tidak salah pilih langkah ke depannya.

Nurdin… main bola lagi yuk…

November 5, 2007 - Posted by | CERPEN

1 Comment »

  1. Wah fotonya provokatif tuh!

    Huahaha… masindra yang provokasi, bukan saya. Saya nggak bilang loh…

    Comment by MasIndra | November 13, 2007 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: